Salam..
Tempo hari saya berjalan di sebuah jalan yang cukup lebar. Tidak terlalu banyak kendaraan yang lewat, meski cukup bising. Mata saya tertuju pada sebuah rumah sederhana. Tamannya begitu luas, hingga saya bisa melihat matahari tenggelam kesukaan saya. Disana, semua rumput segar yang berwarna hijau tidak mengganggu jalan setapak menuju taman yang diberi nama 'Rumah Tinggal Selamanya'.
Pikiran saya kembali terbentang pada 3 tahun silam. Ketika saya memutuskan untuk tinggal disini lebih lama. Ternyata waktu begitu cepat berganti hingga 3 tahun itu punya banyak sekali kenangan yang sangat sulit dilupakan. Disini, saya begitu banyak mendapatkan cinta dan rasa. Banyak yang menemani. Banyak yang mengisi. Banyak yang datang. Begitu banyak pula yang pergi. Termasuk saya. Saya memutuskan untuk tidak tinggal disini lebih lama. Apakah terlihat begitu gegabah? mungkin iya jika hanya 'dilihat' tapi rasa tidak seperti yang 'dilihat', karena rasa menggunakan hati untuk 'melihat'.
Saya akan pulang kerumah baru. Untuk selamanya. Sebuah tempat hidup penuh kebahagiaan bersama orang-orang yang saya cintai, selamanya :)
Kawan, kepala kita tidak bersekat. Sehingga keabsurd-an mampu ditembus kepala. Enstein tidak punya potensi lebih. Ia hanyalah seorang tua dengan rasa penasaran tak terbatas. Ia makan dengan itu. Ia tidur dengan itu. Rasa ingin tau adalah perpanjangan dari keabsurd-an menjadi normal, atau sebaliknya. Kepala kita adalah 'value'. Dan kita hidup dengan value itu.More...
Beberapa hari lalu saya bermimpi cukup aneh. Mimpi aneh bukan pertama kali saya alami. Saya tipe orang yang available tidur dimana saja. Asal sudah lelah, bosan dan butuh istirahat, saya menyempatkan untuk tidur. Mungkin untuk sebagian orang, istirahat cukup di malam hari. Yaitu tidur pulas. Sebagiannya lagi, istirahat bisa dalam kondisi apapun. Termasuk tidur siang. Jadi, tidak heran budaya Siesta sangat lazim dijumpai di Spanyol. Tapi saya tidak akan membahas lebih lanjut hal itu.
Kembali ke mimpi yang aneh. Anehnya, jika rata-rata orang butuh tempat yang nyaman dan sunyi untuk bisa menghadirkan mimpi, saya malah bisa terbang ke alam mimpi dalam kondisi apapun. Including take a nap. Lima menit saya sandaran di kursi dalam kondisi sangat lelah, saya bisa masuk ke alam bawah sadar, mimpi. Mimpinya pun beragam. Beberapa mimpi yang akan saya ingat termasuk penting dan bisa pula "mengatakan" sesuatu. Dulu saya pernah bermimpi berkenalan dengan seseorang yang bernama Candra. Candra mengenalkan dirinya tanpa pernah saya lihat wajahnya. Waktu berlalu. Dan saya bertemu dengan seseorang yang bernama Candra. Yaitu senior saya di Fakultas. Selebihnya tidak ada, dan kami tidak pernah berkenalan secara langsung. Hanya sekedar tahu saja.
Mimpi yang lain saya alami ketika Ramadhan. Hampir sebagian besar mimpi-mimpi itu akan "mengatakan" sesuatu. Dan, keesokan harinya, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang diceritakan pada mimpi itu. Mungkin sebagian orang menganggap mimpi adalah bunga tidur. Atau lebih tepatnya mimpi adalah reka ulang kejadian yang sudah dialami seseorang pada waktu yang lalu. Karena terlalu mengingat kejadian demi kejadian, akhirnya alam bawah sadar kita merekam dan memutar kembali keadaan yang sama di dalam mimpi.
Bercerita mimpi yang beberapa hari lalu terjadi, saya pikir ada jawaban yang belum terjawab saat ini. Dalam mimpi itu, saya makan siang dengan keluarga di salah satu rumah makan yang menyajikan ayam bakar sebagai menu utama. Anehnya, rumah makan tersebut menghadirkan chef yang sangat kita kenal. Siapa lagi kalau bukan Farah Queen. Dalam dunia nyata, saya sangat suka menyaksikan Farah ketika memasak. Sebagian menu-menu cakenya saya catat. Saya sangat suka membuat cake. Mungkin wajar-wajar saja jika Farah hadir di mimpi saya. Yang tidak wajarnya adalah seperti ini.
Ketika saya memuji masakan dan menanyakan resep masakannya-masih dalam mimpi- Farah berkata ia tidak punya cukup waktu untuk berbincang lama karena jam terbangnya padat. Ia pun berjanji untuk melayani saya via Yahoo Messenger. Dan, keanehan pun mulai terjadi. ID Yahoo Messenger seorang Farah Queen adalah mahakamagung@yahoo.com.
Olala...seketika itu juga saya terbangun. Belajar dari pengalaman The Beatles yang menghasilkan lagu fenomenal Yesterday yang tercipta sesaat setelah bangun dari tidur, saya pun bergegas mengambil HP dan mencatat ID Chef cantik eksotik itu. Siapa tahu memang benar!
Otak saya kembali berputar. Loading cukup lama untuk menyuruh tangan membuka laptop dan mencari di mesin pencari Google. Kata kunci yang saya ketikkan adalah mahakamagung. Tidak ada kata kunci yang benar-benar pas dengan mahakamagung selain ini. Saya tidak berhenti mencoba dengan kata kunci lain. Kali ini Farah Queen. Sekilas saya baca, Farah lahir di Bandung dan menikah dengan seseorang berkebangsaan asing. Memiliki satu anak bernama Armand. Walau dalam salah satu tayangan acaranya ia pernah menyebutkan bahwa Palembang adalah kampung halamannya, tetap saja tidak ada kata identik antara Farah, Bandung, Palembang dan mahakamagung. Baik. Kali ini kata kunci terakhir. Mahakam. Sungai Mahakam. Sungai ini adalah sungai terbesar di Provinsi Kalimantan timur yang juga tidak ada hubungan sama sekali dengan Farah, Bandung, Palembang- sebagai ibu kota Sumatera Selatan, Sungai Mahakam dan mahakamagung.
Sebelum saya mengaktifkan YM!, ada rasa sedikit takut. Bukan takut dengan seseorang dibalik ID tersebut yang bisa saja berniat buruk, tapi saya takut bisa jadi ID itu adalah sarang virus paling ganas. I hate thread so far. Tapi demi memuaskan rasa penasaran, saya coba meng-add ID mahakamagung@yahoo.com. Ternyata tidak valid. Saya makin penasaran. ID tersebut saya kombinasikan lagi dengan angka, titik, strip dan underscores. Hasilnya tetap tidak valid. I quit. Farah Queen tidak pernah punya ID mahakamagung!
Kata orang. Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Angin jatuhpun Tuhan tau. Tapi, dalam sebuah buku tentang istikharah yang saya pernah baca, untuk seorang manusia biasa, tidak selamanya mimpi itu berarti jawaban dari doa-doa. Hal ini berprinsip bahwa mimpi yang di titahkan langsung oleh pencipta terhadap manusia hanyalah untuk seseorang yang suci seperti Nabi. Contohnya saja mimpi Nabi Ibrahim menyembelih ismail, atau Nabi Yusuf yang bermimpi melihat bintang. Pantaskah kita sebagai manusia biasa diberi mimpi selayaknya para Nabi dan Rasul? Wallahualam
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Saya percaya itu. Siapa tahu nantinya saya bekerja pada pabrik industri mahakamagung atau saya sendiri yang memimpin perusahaan tersebut.
Hehehe...You'll never know :D
More...


