Author: Ummul Khairi
•Wednesday, January 09, 2013

Salam..
Tempo hari saya berjalan di sebuah jalan yang cukup lebar. Tidak terlalu banyak kendaraan yang lewat, meski cukup bising. Mata saya tertuju pada sebuah rumah sederhana. Tamannya begitu luas, hingga saya bisa melihat matahari tenggelam kesukaan saya. Disana, semua rumput segar yang berwarna hijau tidak mengganggu jalan setapak menuju taman yang diberi nama 'Rumah Tinggal Selamanya'.

Pikiran saya kembali terbentang pada 3 tahun silam. Ketika saya memutuskan untuk tinggal disini lebih lama. Ternyata waktu begitu cepat berganti hingga 3 tahun itu punya banyak sekali kenangan yang sangat sulit dilupakan. Disini, saya begitu banyak mendapatkan cinta dan rasa. Banyak yang menemani. Banyak yang mengisi. Banyak yang datang. Begitu banyak pula yang pergi. Termasuk saya. Saya memutuskan untuk tidak tinggal disini lebih lama. Apakah terlihat begitu gegabah? mungkin iya jika hanya 'dilihat' tapi rasa tidak seperti yang 'dilihat', karena rasa menggunakan hati untuk 'melihat'.

Saya akan pulang kerumah baru. Untuk selamanya. Sebuah tempat hidup penuh kebahagiaan bersama orang-orang yang saya cintai, selamanya :)


 With Love,     

-Ummul Khairi-
More...

Author: Ummul Khairi
•Sunday, December 30, 2012


Aku tahu, ketika hujan turun ke permukaan bumi, ia akan meminta seluruh janjiku kepada Tuhan. Tentang segala yang harus kuluruskan setelah semua tercerai berkeping-keping dan menunggu untuk menjadi renik. Hujan datang lagi. Ia memohon kepada hati untuk mengambil jalannya, segera atau tidak mengambil tempo lama. Hujan datang lagi. Kukatakan padanya bahwa butuh waktu lama untuk melihat seluruhnya, bukan hanya melihat dari satu sisi tapi juga sekat terkecil. Lalu Hujan datang lagi. Terkadang ia membawa mimpi yang sebenarnya mimpi. Semu. Mimpi yang sama dan akan berulang menyakitkan. Hujan kembali datang. Kukatakan padanya lagi bahwa aku telah bertanya pada Tuhan sepenuh sungguh, benarkah semua jalan ini yang harus kuambil? 

Aku kuyup. Bahkan hujan tak tahu buliran hangat jatuh di pelupuk mata, karena titik-titik hujan menutupi buliran yang terhempas di pipiku yang telah kupendam menahun lamanya dengan egonya. Hujan tak tahu aku menangis sendiri karena ia datang dan pergi sekena hati. Hujan tak tahu aku menangis karena ia tak peduli siapa yang akan kuyup karenanya. Karena aku tahu, ia akan datang sebentar saja lalu pergi. Karena hujan tak pernah menggantikan kehangatan atas dinginnya sebuah ego. Tak akan pernah.

Namun disana, di suatu jarak yang sangat dekat, akan selalu ada rumah yang tak pernah pergi dan selalu ada, meski aku kuyup akan hujan. Rumah yang selalu menjagaku dari derasnya hujan. Rumah tempatku pulang. Rumah yang penuh kehangatan, cinta, kasih sayang dan kepastian. Dan disanalah aku akan tinggal, selamanya..

Nb: Agar ketika hujan datang lagi, semua telah luruh, semua telah selesai dan terbebas dari semua beban. Kadang, kita harus meninggalkan sesuatu, harus mengorbankan sesuatu atau hal yang menjadi ataupun bukan tujuan awal kita, demi kebahagiaan, demi kebaikan.

-Dalam derasnya hujan diluar sana-
More...

22
Author: Ummul Khairi
•Saturday, November 17, 2012

Ketika kita ingin semua berakhir dalam gerakan yang lambat.
Ketika kita ingin duduk sejenak menyantap manisan dalam waktu yang semakin cepat.
karena aku tak bisa menunggu lama, setelah kamis siang nanti. More...

Author: Ummul Khairi
•Friday, August 24, 2012

Seseorang bernama baik pernah berkata, jika kamu memeluknya, mengecup keningnya, pernahkah ia tau bahwa kau melakukannya karena cinta? Aku berkata, tidak pernah. Karena ia akan mengerti. Karena waktu akan mengubah perlakuanku menjadi bahasa yang akan ia mengerti dengan sendirinya. Lalu kau berkata, kau salah. Cinta adalah sikap dan bahasa. Jika mereka dipisahkan, bak menceraikan awan dan angin. Mereka saling melengkapi. Saling berpegangan untuk menurunkan hujan ke bumi dan menaburkan cinta bagi anak manusia, tumbuhan maupun ternak. Cinta tidak bekerja sendiri. Cinta adalah kesatuan tertinggi yang harus diperjuangkan. Itulah mengapa Tuhan punya Ar-Rahim, sebuah cinta yang dibahasakan. More...

Author: Ummul Khairi
•Tuesday, August 14, 2012

Foto Log
More...

Author: Ummul Khairi
•Tuesday, July 17, 2012

It's about honesty...Sometimes a little discomfort in the beginning, can save a whole lot of pain down the road.

*All these year, we never really talked. More...

Author: Ummul Khairi
•Sunday, July 08, 2012

Yesterday, love was such an easy game to play...
More...

Author: Ummul Khairi
•Friday, June 01, 2012

Aku bertanya, "Bisa tahu bedanya yang mendengar sepenuh hati dan enggak, gimana caranya, Yah?"

"Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu malah tambah ruwet, meski yang mendengar tadi seolah serius mendengar, berarti dia tidak benar-benar hadir untukmu," jawab Ayah. More...

Author: Ummul Khairi
•Friday, May 25, 2012

Pagi dingin. Tapi tidak untuk orang-orang yang cekatan mengeluarkan balok mesin-mesin tua. Mereka gegas memburu waktu. Berkejaran dengan selimut kabut dari Tangan Tak Tampak. Menghalau rintik air yang turun perlahan dari langit. Di luar terlalu bising. Mereka tidak memberi kesempatan padaku untuk sedikit saja mengejamu. Setidaknya, biarkan aku meresapimu dalam-dalam hingga ke titik nadir.

Kau dan hujan yang bersahutan diseberang sana. Kau dan diammu. Kau dan abdimu. Aku dan sendiriku. Aku dan caraku menyimpanmu rapat.

Dalam rintihan langit dan kapas hitam yang menggumpal, ada sembilu yang ingin ku cerca. Ada sekat yang ingin segera kulepas. Ada belikat yang terus menggrogoti hingga ke sumsum. Ada rasa yang ingin diungkap. Namun bodohnya, aku tak tau dengan cara apa. Seperti bayi yang baru lahir. Bersahut-sahutan suara tangis yang ingin diperdengarkan pada orang tuanya. Bahwa aku lapar, bahwa aku dahaga. Aku seperti orang bisu yang tiba-tiba bisa berbicara. Tak tau harus memulai kata apa, karena begitu banyak kalimat yang ingin keluar. Seperti bom molotov yang siap meledak. Meletup-letup tak beraturan. Menelisik, menggerus, mengganda, meneriaki.

Aku seperti si tuli yang mendapat titah untuk mendengar kembali. Ingin mendengar semua hal. Tapi disaat yang sama butuh filter untuk menyaring suara-suara yang datang. Bahkan mendengar desauan angin pun seperti sia-sia.

Aku seperti ingin terbang segera setelah mendapat sayap. Namun lagi-lagi tak tau harus kemana, sedang aku ingin pergi ke banyak tempat. Aku seperti jutawan baru yang mendapat harta karun berharga. Tak tau harus membelanjakan uang kemana.

Bahwa aku punya milyaran kata cinta terindah, namun tak mampu kuucap se-milyaran itu. Karena terlalu bahagia. Akhirnya hanya bening-bening kecil yang akan pecah. Batapa aku tak bisa mengungkap sepatah katapun ketika mendapatnya. Segala yang masih klimaks, hingga tak sepenuhnya tatanan itu terkumpul lengkap.

Lihatlah kini. Tuhan telah menjamah tiap relung hati. Aku hanya punya satu sikap yang ingin kutunjukkan pada Tuhan betapa aku menyayangiNya, sekaligus merasa tak pantas mendapat kasih sayangNya. Betapa aku terlalu sombong untuk bersikap sederhana. Betapa aku terlalu ceroboh untuk tidak gegabah. Betapa aku terlalu munafik untuk sekedar berkata cinta. Untuk sekedar menunjukan cinta.

Saat tidak ada yang paling rendah selain sujud kepalaku dibawah KakiMu Yang Maha Agung seraya berucap “Aku ingin memelukmu. Tak sekalipun kulepas lagi”. Lalu kemudian aku kasmaran. Hanyut antara aku dan Tuhan. Hanya berdua saja.

Lihatlah madu manis itu. Dengarlah angin syurga itu. Tuhan punya jawaban sendiri. “Kemari duhai hambaku…apa yang membuatmu sakit? Bagian mana yang sakit itu? Mari kuobati. Masihkah sakit hambaku? Datang padaku, biar ku obati hingga engkau sembuh”.

Kawan, apa yang bisa kujelaskan pada bagian ini selain cinta yang berlipat-lipat.

Dan, aku masih disini,

Mencintaimu.

Entah kenapa.

More...

Author: Ummul Khairi
•Wednesday, April 25, 2012

Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba dalam amanah, keikhlasan dan kejujuran. Maka jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah AKU PUNYA ALLAH Yang Maha Segalanya

-Ali Bin Abi Thalib
More...

Do!
Author: Ummul Khairi
•Tuesday, April 10, 2012


More...

Author: Ummul Khairi
•Saturday, March 24, 2012

Male Brain. Buku terbitan gramedia ini didasarkan pada pengalaman klinis Louann Brizendine selama 25 tahun sebagai seorang dokter ahli saraf. Namanya juga Male Brain. Keseluruhan buku ini berisikan sebagian besar pengetahuan tentang otak laki-laki. Saya juga pernah menulis tentang Female Brain disini. Banyak hal menarik dan pengetahun baru dari buku sebanyak 300-an lembar ini. Secara mendasar, perbedaan otak lelaki dan perempuan sangat sering terlalu disederhanakan serta disalahpahami.

Otak lelaki dan perempuan berbeda sejak masa kehamilan. Sel lelaki memiliki kromosom Y dan otak wanita jelas tidak memilikinya. Perbedaan penting mulai terjadi di awal pembentukan otak, ketika gen menetapkan tahapan untuk proses pembentukan DNA lebih lanjut oleh hormon. Delapan minggu usia kehamilan, testikel lelaki mulai menghasilkan testosteron yang cukup banyak untuk merendam otak dan pada dasarnya mengubah strukturnya.

Itulah mengapa perbedaan itu terlihat ketika mereka memcahkan masalah, menghasilkan kata-kata, mengingat , memperhatikan ekspresi wajah, jatuh cinta, mendengarkan tangisan bayi, rasa marah, sedih ataupun takut. Bahkan ketika Brizendine mengatakan ingin membukukan hasil pengalaman klinisnya dalam buku Male Brain ini seorang pasiennya tertawa dan mengatakan “Itu akan menjadi sebuah buku yang tipis! Mungkin lebih menyerupai pampflet”. Well, mungkin itulah mengapa banyak yang mengatakan “Laki-laki itu simple dan wanita itu rumit”. Padahal, dalam kenyataannya, otak lelaki adalah mesin pemecah masalah yang efisien. Setuju?

Ada beberapa hal yang dibahas dalam buku ini. Mulai dari otak anak laki-laki, otak remaja, otak perkawinan ; cinta dan nafsu, otak dibawah pinggang, otak sang ayah, kehidupan emosional laki-laki hingga otak laki-laki yang telah matang.

Otak anak laki-laki
Para peneliti telah menemukan bahwa anak laki-laki dan perempuan lebih memilih mainan dari jenis kelamin mereka sendiri, tetapi anak perempuan akan bermain dengan mainan anak laki-laki, sementara anak laki-laki di usia 4 tahun, menolak mainan anak perempuan bahkan mainan dengan “warna perempuan” seperti pink contohnya. Dulu sewaktu adik perempuan saya masih kecil dan melihat mobil-mobilan adik lelaki saya nganggur, ia langsung mengambil kain gendongan dan membuat mobil itu seolah-olah seperti bayi dan ia adalah ibunya.

Otak remaja
Antara usia 9-15 tahun, sirkuit otak laki-laki dengan miliaran neuron dan ribuan juta sambungan “mulai hidup” ketika tingkat testosteronnya meningkat hingga 20 kali lipat. Apabila testosteronnya adalah air, seorang anak laki-laki usia 9 tahun mendapat testosteron setara dengan 1 cangkir air sehari. Tetapi di usia 15 tahun, hal itu setara dengan 2 galon air perhari. So, testosteron secara biologis menjadikan semua pikiran dan perilaku yang muncul dari otaknya menjadi bersifat maskulin. Laki-laki juga memiliki pemroses yang lebih besar di inti bidang otak yang paling primitif yang menyalakan rasa takut dan memicu agresi protektif yaitu amigdala. Inilah mengapa sejumlah laki-laki akan berjuang sampai mati untuk mempertahankan orang yang mereka cintai. Terlebih lagi, ketika berhadapan dengan kesedihan emosional pasangannya, bidang otak untuk pemecahan masalah dan memperbaiki situasi yang dimiliki laki-laki akan langsung berpijar.

Otak perkawinan ; cinta dan nafsu
Laki-laki memilki ruang otak 2 ½ kali lebih luas yang ditujukan untuk hasrat seksual didalam hipotalamus mereka. Pemikiran tentang ituu selalu berkedip-kedip dibagian belakang korteks visual lelaki, sepanjang pagi dan malam hari. Ini riset lhoo. Intinya, bagi otak laki-laki, kemampuan untuk mendapat pasangan berarti membuat DNA dan gennya memasuki generasi selanjutnya. Walaupun tidak secara sadar memikirkan hal ini, secara naluriah ia ingin mendapatkan keturunan yang banyak. Nah, ini penting juga untuk diketahui. Bedanya, otak perempuan mencoba untuk melihat apakah seorang laki-laki memiliki sesuatu yang diperlukan untuk menjadi pelindung dan pencari nafkah yang baik. Peneliti mendapati hal ini benar, apapun tingkat pendidikan ataupun kemandirian finansialnya. So, jangan menganggap cewek itu matre ya, karena kebutuhan finansial itu salah satu penentu keberlangsungan hidup.

Otak dibawah pinggang
Sepertinya saya tidak perlu menjelaskan hal ini terlalu rinci :D
Sebelum bermain-main dengan ‘otak dibawah pinggang’ ini, ada baiknya baca tentang ini sebagai persiapan menikah kelak.

Otak sang ayah
Seorang ayah tidak tercipta dengan sendirinya. Para ilmuwan mengetahui bahwa otak laki-laki berubah ketika kehamilan pasangannya semakin membesar. Ayah biasanya tidak ngidam mangga, ice cream atau terjaga dengan rasa mual setiap pagi seperti yang dialami ibu rata-rata. Tetapi mereka pun memilki perubahan emosi, fisik dan hormonal yang selaras dengan kehamilan pasangan mereka. Dua perubahan hormon besar saat menjadi calon ayah: testosteron menurun dan prolaktin meningkat. Alam telah membentuk ikatan biologis yang tak terpatahkan antara orang tua dan anak. Tapi biasanya seorang ayah merasa cemburu terhadap bayi laki-lakinya karena si bayi lelaki selalu ingin ibunya dan tampak si ibu juga memilih bayinya dari pada suaminya. Bagi para ayah, sulit menyesuaikan dasar biologis ikatan cinta antara ibu dan bayi. Begitu pula sebaliknya, Ketika anak perempuan memilki hubungan yang erat dengan ayahnya, hal ini menetapkan tahapan untuk membina hubungan yang lebih baik bersama laki-laki dalam hidupnya. Pantas saya merasa sering tak akur dengan mama. Bagi saya otak wanita terlalu rumit untuk disederhanakan.

Kehidupan emosional laki-laki
Keluhan klasik yang sering kita dengar: lelaki menganggap perempuan terlalu emosional dan perempuan menganggap laki-laki tidak cukup emosional. Kalau berbicara emosi tidak perlu jauh-jauh. Wajah dingin dan datarnya lelaki adalah salah satu alasan yang membuat perempuan cenderung berpikir, “mereka tertantang secara emosional”. Tetapi dalam penelitian ini, lelaki secara otomatis menyimpan perasaan mereka untuk diri mereka. Satu saran untuk kaum adam. Wanita selalu menyimpulkan wajah datar kalian dengan rasa kesal, marah ataupun tidak menghargai meski sebenarnya kalian tidak bermaksud seperti itu. Untuk itu, jika kalian merasa kesal, marah atau apapun sebaiknya katakan saja atau setidaknya tunjukan wajah asli emosi itu ya.

Otak laki-laki yang telah matang
Otak lelaki yang sudah matang menjadi semakin menyerupai otak perempuan dewasa secara hormonal. Kira-kira umur 50-60 tahun mereka menjadi lebih baik, dewasa dan lembut. Nah, bagaimana dengan otak seorang kakek? Tentunya bahan bakar yang menjalankan sirkuit otak lelaki juga berubah. Lebih banyak menggunakan oksitosin dan estrogen dan tidak terlalu banyak vasopressin dan testosteron. Laki-laki juga mengalami karir yang menurun dan mencari proyek baru yang menarik untuk membuat mereka tetap sibuk dan “terlibat”, atau setidaknya sebagai pengamat. Mungkin itulah kenapa orang yang sudah lanjut usia senang mengobrol lama. Dan, ikatan seorang lelaki dengan cucunya bergantung pada hubungannya dengan anaknya yang sudah dewasa.

Budaya dan cara kita mengajari otak untuk berperilaku memainkan peran besar dalam membentuk otak kita. Bila seorang anak laki-laki dibesarkan untuk "menjadi seorang laki-laki", lalu ketika dia dewasa -alur dan sirkuit otaknya- yang telah dipengaruhi seperti itu, semakin dibentuk untuk menjadi lelaki dewasa. Well, mungkin tidak semua otak lelaki bisa digambarkan secara singkat seperti diatas. Tulisan ini sebagai pengetahuan untuk saling memahami dan menyederhanakan jiwa yang kompleks, seperti lelaki dan wanita. More...

Author: Ummul Khairi
•Thursday, March 22, 2012

Rata-rata orang jika disuruh menuliskan tentang diri pasti sulit sekali menarasikannya. Mendeskripsikan diri sendiri itu harus mengkhayalkan satu persatu tahapan hidup yang sudah dilewati. Dapat tugas dari Bang Fahri untuk mendeskripsikan diri melalui Versatile Award yang saya dapat beberapa waktu lalu, dan 7 hal ini rangkumannya.

1. Saya adalah orang yang menyelesaikan masalah di dalam kepala. Entah karena lingkungan yang selalu menuntut menganalisa menggunakan otak kiri atau karena kurang bisa berbagi. Me-time adalah waktu dimana semua beban dan solusi bisa dipecahkan secara bersamaan. Mungkin itulah mengapa saya tak bisa lepas dari diary dan cenderung melankolis dalam mengambil sikap.

2. Masih berhubungan dengan yang pertama, adik perempuan saya adalah satu-satunya orang yang bisa saya percayai untuk mengendapkan banyak cerita. Ia adalah sosok orang dewasa dalam perangkap anak kecil berumur 10 tahun. Itulah mengapa saya selalu bisa mempercayainya, Lala.

3. Kepala. Satu bagian tubuh yang terletak diatas bagian tubuh lainnya. Tuhan menciptakannya bukan tanpa sebab. Kepala Tuhan cipta agar manusia selalu mengandalkan logika untuk membaca ayat-ayat Tuhan yang tersirat dan tersurat. Untuk itulah saya butuh seorang bijak yang mampu mengimbangi ke-melankolisan ini dengan ke-logikaannya. Confuse? :D

4. Jika suatu saat nanti saya mendapat 'jatah' syurga, saya akan meminta pada Tuhan untuk diberikan sepasang sayap. Sayap melambangkan kebebasan. Jika selama ini ada jiwa yang terkungkung dalam jasad ini, saya tidak akan berhenti meneriakkan hingga seluruh beban terburai lepas.

5. Phobia darah, suka makanan manis, anime and arc addicted, lebih suka membaca buku-buku filosofis dan sejarah dari pada matematika. Hmm, segitu dulu.

6. Saya adalah anak perempuan yang dibesarkan dengan didikan ala Ayah. Sejak kecil ketika di taman kanak-kanak hingga sekolah menengah selalu dijemput dengannya dengan skala keterlambatan yang cukup parah, tapi karena selalu terlambat Ayah mengajak saya duduk di warung kopi dengan teman-teman kantornya, yang tak lain adalah ayah-ayah paruh baya yang gemar minum kopi. Sedang saya, selalu bermain dibawah pohon ceri untuk mengusir penat selama mereka menyuruput pekatnya kopi. Ayah adalah pustaka pertama saya dalam membaca Al-Quran juga Ilmu Fiqh. Butuh beberapa tahun untuk 'mengenalnya' menjadi sosok yang saya kagumi. Untuk itu, lelaki yang akan menjadi imam saya kelak harus bisa mengambil hati Ayah.

7. Terakhir, saya bukan orang yang mudah memaafkan kekecewaan. Dengan kata lain saya sulit memaafkan orang yang telah membuat saya kecewa. Jeleknya, hanya dengan satu perspektif masalah, yang lainnya pun ikut terlibat. Sering kali hal ini yang menyebabkan saya menjaga jarak dengan seseorang tanpa mengkonfirmasi sebab-akibat. Inilah hal yang membuat orang banyak salah paham. Jika ingin membela diri, saya menjaga jarak karena sebenarnya saya tak mampu mengontrol diri.

Baiklah. Saatnya meneruskan tugas rumah. Maaf hanya bisa meneruskan ke-7 orang saja. Untuk teman-teman yang saya sebut, jangan bosan diberi tugas berantai ya :D

More...

Author: Ummul Khairi
•Tuesday, March 20, 2012

More...

Author: Ummul Khairi
•Saturday, March 03, 2012



Semua yang berlaku dalam batik fraktal ini menggunakan science dan teknologi. Karena saya bergelut dibidang matematika dengan fokus computer science serta penyuka seni, maka jika jempol saya punya seribu, saya akan acungkan semunya. Its amazing! Mathematics turns art. Adalah sekelompok anak muda yang memiliki latar belakang berbeda membuat karya yang luar biasa. Sekelompok anak muda yang berlatar belakang Matematika, Arsitektur dan Komunikasi menciptakan sesuatu yang baru dan satu-satunya di dunia, batik fraktal.

Mereka menciptakan sebuah software yang mampu mendesain seni batik dengan rumus matematika. Selama saya belajar di kuliah, ada beberapa mata kuliah pilihan komputasi yang saya ambil. Dan, mengekstrak apa yang kita inginkan menjadi bahasa komputer terbilang rumit. Butuh kerja ekstra dan logika. Ingin mengatakan A, butuh coding bahkan lebih dari 5 baris. Ingin mencetak A, kita harus tau ingin mencetaknya seperti apa. Ah, code itu surga sekaligus neraka. Dan, matematika itu adalah coklat dalam kue tart.

*lebih jelas tentang batik fraktal, bisa dibuka disini. More...

Author: Ummul Khairi
•Tuesday, February 28, 2012

Senang sekali rasanya. Bisa mempertahankan rumah ini hingga usia ke-3. Kalau hiatus sesekali, tak apa :D
Tapi tidak pernah terbersit sedikitpun untuk menghapus, apalagi meninggalkan cerita-cerita, sampah, bualan, semraut, acak-acakan, lambang, pria-wanita, cinta, puisi, nyanyian, angka, impian, kepayahan hingga ketakjelasan sekalipun. Semua adalah kenangan. Yang jika suatu hari nanti ketika kepala menjalankan fungsinya dari kealpaan dan lupa, saya bisa kembali mengingat. Yang jika suatu hari nanti mata menjalankan titah Tuhan agar mengabur, ada anak-cucu yang akan membacakan. Yang jika suatu hari nanti jasad sudah berbentuk renik, akan ada generasi yang menggantikan. Entah akan ada cerita apalagi didepan. Entah ada berapa banyak teman. Entah ada berapa bilangan milenia lagi.
Otanjoubi omedeto :) More...

Author: Ummul Khairi
•Thursday, February 23, 2012

Kawan, kepala kita tidak bersekat. Sehingga keabsurd-an mampu ditembus kepala. Enstein tidak punya potensi lebih. Ia hanyalah seorang tua dengan rasa penasaran tak terbatas. Ia makan dengan itu. Ia tidur dengan itu. Rasa ingin tau adalah perpanjangan dari keabsurd-an menjadi normal, atau sebaliknya. Kepala kita adalah 'value'. Dan kita hidup dengan value itu.
More...

Author: Ummul Khairi
•Thursday, February 16, 2012

Beberapa hari lalu saya bermimpi cukup aneh. Mimpi aneh bukan pertama kali saya alami. Saya tipe orang yang available tidur dimana saja. Asal sudah lelah, bosan dan butuh istirahat, saya menyempatkan untuk tidur. Mungkin untuk sebagian orang, istirahat cukup di malam hari. Yaitu tidur pulas. Sebagiannya lagi, istirahat bisa dalam kondisi apapun. Termasuk tidur siang. Jadi, tidak heran budaya Siesta sangat lazim dijumpai di Spanyol. Tapi saya tidak akan membahas lebih lanjut hal itu.

Kembali ke mimpi yang aneh. Anehnya, jika rata-rata orang butuh tempat yang nyaman dan sunyi untuk bisa menghadirkan mimpi, saya malah bisa terbang ke alam mimpi dalam kondisi apapun. Including take a nap. Lima menit saya sandaran di kursi dalam kondisi sangat lelah, saya bisa masuk ke alam bawah sadar, mimpi. Mimpinya pun beragam. Beberapa mimpi yang akan saya ingat termasuk penting dan bisa pula "mengatakan" sesuatu. Dulu saya pernah bermimpi berkenalan dengan seseorang yang bernama Candra. Candra mengenalkan dirinya tanpa pernah saya lihat wajahnya. Waktu berlalu. Dan saya bertemu dengan seseorang yang bernama Candra. Yaitu senior saya di Fakultas. Selebihnya tidak ada, dan kami tidak pernah berkenalan secara langsung. Hanya sekedar tahu saja.

Mimpi yang lain saya alami ketika Ramadhan. Hampir sebagian besar mimpi-mimpi itu akan "mengatakan" sesuatu. Dan, keesokan harinya, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang diceritakan pada mimpi itu. Mungkin sebagian orang menganggap mimpi adalah bunga tidur. Atau lebih tepatnya mimpi adalah reka ulang kejadian yang sudah dialami seseorang pada waktu yang lalu. Karena terlalu mengingat kejadian demi kejadian, akhirnya alam bawah sadar kita merekam dan memutar kembali keadaan yang sama di dalam mimpi.

Bercerita mimpi yang beberapa hari lalu terjadi, saya pikir ada jawaban yang belum terjawab saat ini. Dalam mimpi itu, saya makan siang dengan keluarga di salah satu rumah makan yang menyajikan ayam bakar sebagai menu utama. Anehnya, rumah makan tersebut menghadirkan chef yang sangat kita kenal. Siapa lagi kalau bukan Farah Queen. Dalam dunia nyata, saya sangat suka menyaksikan Farah ketika memasak. Sebagian menu-menu cakenya saya catat. Saya sangat suka membuat cake. Mungkin wajar-wajar saja jika Farah hadir di mimpi saya. Yang tidak wajarnya adalah seperti ini.

Ketika saya memuji masakan dan menanyakan resep masakannya-masih dalam mimpi- Farah berkata ia tidak punya cukup waktu untuk berbincang lama karena jam terbangnya padat. Ia pun berjanji untuk melayani saya via Yahoo Messenger. Dan, keanehan pun mulai terjadi. ID Yahoo Messenger seorang Farah Queen adalah mahakamagung@yahoo.com.

Olala...seketika itu juga saya terbangun. Belajar dari pengalaman The Beatles yang menghasilkan lagu fenomenal Yesterday yang tercipta sesaat setelah bangun dari tidur, saya pun bergegas mengambil HP dan mencatat ID Chef cantik eksotik itu. Siapa tahu memang benar!

Otak saya kembali berputar. Loading cukup lama untuk menyuruh tangan membuka laptop dan mencari di mesin pencari Google. Kata kunci yang saya ketikkan adalah mahakamagung. Tidak ada kata kunci yang benar-benar pas dengan mahakamagung selain ini. Saya tidak berhenti mencoba dengan kata kunci lain. Kali ini Farah Queen. Sekilas saya baca, Farah lahir di Bandung dan menikah dengan seseorang berkebangsaan asing. Memiliki satu anak bernama Armand. Walau dalam salah satu tayangan acaranya ia pernah menyebutkan bahwa Palembang adalah kampung halamannya, tetap saja tidak ada kata identik antara Farah, Bandung, Palembang dan mahakamagung. Baik. Kali ini kata kunci terakhir. Mahakam. Sungai Mahakam. Sungai ini adalah sungai terbesar di Provinsi Kalimantan timur yang juga tidak ada hubungan sama sekali dengan Farah, Bandung, Palembang- sebagai ibu kota Sumatera Selatan, Sungai Mahakam dan mahakamagung.

Sebelum saya mengaktifkan YM!, ada rasa sedikit takut. Bukan takut dengan seseorang dibalik ID tersebut yang bisa saja berniat buruk, tapi saya takut bisa jadi ID itu adalah sarang virus paling ganas. I hate thread so far. Tapi demi memuaskan rasa penasaran, saya coba meng-add ID mahakamagung@yahoo.com. Ternyata tidak valid. Saya makin penasaran. ID tersebut saya kombinasikan lagi dengan angka, titik, strip dan underscores. Hasilnya tetap tidak valid. I quit. Farah Queen tidak pernah punya ID mahakamagung!

Kata orang. Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Angin jatuhpun Tuhan tau. Tapi, dalam sebuah buku tentang istikharah yang saya pernah baca, untuk seorang manusia biasa, tidak selamanya mimpi itu berarti jawaban dari doa-doa. Hal ini berprinsip bahwa mimpi yang di titahkan langsung oleh pencipta terhadap manusia hanyalah untuk seseorang yang suci seperti Nabi. Contohnya saja mimpi Nabi Ibrahim menyembelih ismail, atau Nabi Yusuf yang bermimpi melihat bintang. Pantaskah kita sebagai manusia biasa diberi mimpi selayaknya para Nabi dan Rasul? Wallahualam

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Saya percaya itu. Siapa tahu nantinya saya bekerja pada pabrik industri mahakamagung atau saya sendiri yang memimpin perusahaan tersebut.
Hehehe...You'll never know :D More...

Author: Ummul Khairi
•Saturday, February 11, 2012

More...

Author: Ummul Khairi
•Tuesday, February 07, 2012

Hari ini adik saya, Lala, berulang tahun yang ke-10. Usia yang terbilang cukup dewasa untuk ukuran anak-anak. Artinya, Lala tidak boleh lupa lagi pada shalat 5 waktunya, bacaan shalat, beberapa hukum tajwid dalam membaca Al-Quran, juga sudah harus bisa membantu saya mengurus rumah :D

Karena ank paling bungsu, hampir semua permintaannya dituruti. Tahun ini ia minta dibelikan sandal baru dan helm. Jauh sebelum hari ulang tahunnya, ia sudah sibuk minta dibelikan beberapa bahan cake. Jadilah tahun ini request cakenya adalah brownies. Tentu saja yang harus membuatnya saya. Baiklah. Untuk adik tersayang, saya membuatkan Chocolate Cheese Brownies. Brownies kukus terbilang pertama kali saya buat. Biasanya setiap cake yang saya buat menggunakan oven. Awalnya tidak pe-de. Takut gagal. Takut cakenya bantet dan tidak lembut. Tapi selalu ada yang pertama dalam segalanya, bukan? Then, Alhamdulillah cakenya sukses. Campuran coklat dan keju merupakan perpaduan rasa yang unik.

Beberapa cake yang pernah saya buat seperti Chiffon, Tiramisu Cake, Lapis Surabaya, Marmer Cake, Black Forest #kue klasik, dan Chocolate Cheese Brownies. Dari beberapa panganan diatas, Tiramisu Cake adalah Masterpiece saya. Setidaknya Mama dan adik lelaki saya yang mengatakan begitu. Dibanding yang lain, Tiramisu memiliki kerumitan tersendiri. Oleh karena itu, penyajiannyapun hanya setahun sekali. Tepatnya ketika lebaran. Malahan, lebaran tahun lalu, Mama request 2 loyang tiramisu sekaligus!

Setiap awal bulan, dirumah kami selalu penuh dengan panganan. Salah satunya cake. Kami sekeluarga sangat menyukainya. Ketika ada rezeki lebih, saya juga senang membeli cake apapun untuk dibagikan bersama keluarga. Mereka memiliki pendapat masing-masing jika menyangkut soal rasa. Dan, setiap toko kue yang saya hunting di Banda Aceh memiliki cita rasa tersendiri. Jadi, setiap kue yang berbeda jenisnya tidak bisa dibandingkan satu sama lain.

Dulu pernah saya memesan Green Tea Roll Cake pada seorang kerabat. Saya memilih bolu gulung ini karena, selain belum pernah mencicipinya, Green Tea Cake memang terbilang jarang tersedia di toko-toko kue. Namun saya mendapat komentar berbeda dari keluarga. Hingga pernyataan yang sedikit berlebihan keluar dari mulut Mama.

"Diantara kue yang pernah Mama makan, Mama paling suka Tiramisu" Mama bisa bilang seperti ini mungkin karena lidah orang pada umumnya hanya mengenal rasa coklat, keju, mocca dan pandan. Jadi, ketika dihadapkan dengan rasa yang terbilang baru dan ganjil, perlu penyesuaian terlebih dahulu. Ah...bagi saya, tiramisu ya tetap rasa tiramisu, tidak bisa dibandingkan dengan green tea, coklat maupun pandan. Dan, tentang rasa, semua orang boleh punya pendapat berbeda.

Anyway, tidak ada makanan yang tidak enak, tidak ada lagu yang diciptakan jelek, semua hanya perihal suka dan tidak suka. Saya tidak suka terasi, bukan berarti terasi tidak enak, atau saya tidak suka lagu-lagu Justin Beiber juga bukan berarti lagunya jelek, semua hanya suka dan tidak suka. Dan, suka-tidak suka itu relatif. Personal sekali. More...