Author: Ummul Khairi
•Saturday, July 30, 2011


Datar. Tidak ada gelombang. Tidak berundak. Tidak menggebu. Datar saja. Dua puluh menit lalu masih banyak suara, gerak, bualan, caci maki, air pekat hitam dalam cawan-cawan di pinggir jalan, maka semua yang diam disebut datar. Dua puluh detik dari sekarang bersiap pergi. Meninggalkan tenggat waktu. Membungkus dengan sekepal tangan. Memberi jatah pada janji lalu. Untuk Setia pada jarak. Untuk Tidak ingkar pada garis Tuhan. Kemudian satu persatu tubuh-tubuh berjalan. Tanpa disuruh dengan ketiba-tibaan. Semua mengalir. Tanpa percepatan. Meski tetap datar. Meski diam saja…

This entry was posted on Saturday, July 30, 2011 and is filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 comments:

On July 31, 2011 at 4:26 AM , Sam said...

apakah kita pernah sejalan dengan waktu dalam bergerak??
tanpa percepatan ataupun perlambatan rasanya tak mungkin...

untuk setia pada jarak... nyatanya kita terkadang menyimpang
untuk tidak ingkar pada garis Tuhan... nyatanya kita terkadang khilaf....
karena kita tak pernah luput dari kesalahan...

ahhh... hanya melahirkan tanya... apa maksudnya???
tak mengerti...:)

 
On July 31, 2011 at 4:18 PM , Andy A.Fairussalam said...

assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh..

buat semua teman-teman bloofers, saya mohon maaf lahir dan batin atas setiap kesalahan kecil maupun besar yang pernah saya lakukan, baik yang saya sadari atau yang tidak saya sadari sama sekali, dan dari sikap, komentar, maupun postingan yang bikin gak enak hati teman-teman.. :) sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya, semoga puasa kita di Ramadhan kali ini benar-benar lulus dari segala ujian dan diberi kekuatan juga kesehatan, amiiiin...
www.andyonline.net

 
On August 1, 2011 at 7:00 AM , aulia87 said...

harus duduk baca berkali-kali nih, dalam sangat artinya :)

 
On August 2, 2011 at 10:31 PM , Ummul Khairi said...

@sam: "apakah kita pernah sejalan dengan waktu dalam bergerak?? "
memang tidak mungkin sam. bahkan menyamainya saja adalah hal absurd. ganjil. paling tidak, waktu kita tau kapan harus melambat atau menambah kecepatan :D

tentang jarak itu, saya sedang mencoba, untuk benar-benar setia. tak apa, sam. artikan acak saja, sesuai dengan pemahamanmu karena saya tidak membatasi apapun :D

 
On August 2, 2011 at 10:34 PM , Ummul Khairi said...

@mas andy: aihhh...dari percakapan bloofers tempo lalu, nyantol lagi disini, hehe...tak apa mas, sila-sila, saya juga minta maaf jika ada salah, khususnya ketika sesekali nongol di bloofers :p

 
On August 2, 2011 at 10:38 PM , Ummul Khairi said...

@aulia: hahaha, jangan lupa bawa pisang goreng plus teh hangat ya aulia :D