Author: Ummul Khairi
•Saturday, May 29, 2010


Saya sedikit merasa aneh dengan kebiasaan orang-orang menganggap saya aneh ketika saya hanya terbengong-bengong sendiri atau terkadang beberapa orang melihat saya mengangis seusai shalat.Eh,sebenarnya mereka tidak melihat langsung nangis sesenggukan itu, tapi mereka mengetahui dari mata saya yang cukup merah seusai shalat.Sebenarnya persepsinya seperti ini lebih sering kita lihat pada dunia televisi.Otak-otak manusia sudah di frame, bahwa ketika seseorang menangis artinya ia memiliki masalah yang berat.Ketika ia sedang berpikir artinya harus di bantu dengan menjadi pendengar yang baik.Ah..dunia kapitalis menang akan hal ini.Sebenarnya kita adalah budak-budak dari konsumsi tontonan yang kurang bermutu.

Sebenarnya hal tersebut lumrah dan sering terjadi.Saya sama sekali tidak menyalahkan keadaan tersebut.Terkadang memang masalah berat identik dengan mengeluarkan air mata dan seseorang cenderung melamun.Tapi,di sisi lain saya merasa sangat perlu melakukan hal tersebut.Bahkan kalau boleh, saya harus mengatakan butuh akan hal tersebut.Ada saat seseorang harus berpikir sendiri menjalani semuanya.Saat saya memang tak ada masalah yang tak terlalu berat untuk di pikirkan,pun tak bisa dikatakan ringan untuk diselesaikan dengan segera,di situlah saya merenungi segalanya.Kadang Tuhan memberi hal semacam itu untuk membuat kita lebih dewasa dan melihat banyak hal dari berbagai sisi.Berpikirlah melingkar!Satu lingkaran penuh adalah 360 derajat.Ya,sama persis seperti shalat yang biasa kita lakukan.Seluruh gerakannya membentuk lingkaran penuh.Allahuakbar.Hidup kita adalah shalat kita.

Satu lagi.Menangis..saya hanya bisa tertawa getir ketika ditanya kenapa menangis seusai shalat.Hei..teman,ini murni urusanku dengan Tuhan ku,Allah SWT ku.Jika kau benar-benar membutuhkannya, kau pasti menangis.Anggap lah diri sebagai pengemis di hadapannya.Sesekali kau perlu menangis untuk melunakkan hatimu.Percayalah,sangat indah menangis di hadapannya.Lebih indah dari dunia yang kau jalani.Bahkan, Lebih indah dari melihat orang tua mu bahagia.

Teman,tulisan ini untuk mu..aku baik-baik saja.Jangan khawatirkan aku melebihi dirimu jika kau percaya akan Rabb mu.Anggaplah aku sedang berdialog dengan Rabb Ar-Rahman.Mencintai Nya dalam diam dan tangisku, agar aku hidup untuk hidupku^^

nb:That picture?i don't care it made any senses to the posting or not(n_n) More...

Links to this post
Author: Ummul Khairi
•Saturday, May 08, 2010


Suatu masa, Tuhan pernah memberi mu kesakitan yang luar biasa berat nya.Hingga kau mengeluh penuh derita.Tak terasa kau bahkan menghina nya dan menjadikannya seperti obeng yang ketika tak perlu kau buang.Di sisi lain Tuhan memberi mu kenikmatan tiada tara namun masih juga angkuh hati menipu semua indera yang Ia ciptakan.Mungkin tak secara gamblang dalam doa mu yang tiap hari kau lantun kan tapi terkadang keluhan mu “memukul” mu hingga sesekali kau merasa sesal dengan yang terjadi.

Sebenarnya ini tentang ku.Lebih kurang tiga tahun lalu sampai hari ini aku menjalani hari dengan menerka apa yang terjadi padaku di pagi hari.Saat malam ku rebahkan tubuh ini dengan menerawangi langit-langit kamar.Aku selalu memikirkan betapa bahagianya jika Tuhan memberiku sepasang sayap yang dapat kugunakan untuk terbang.Sayangnya, aku hanya senang memikirkan hal itu dalam perlahan tutupan mata lelahku.Sistem otak limbic ku bekerja seperti seolah ia mengatakan, terbang bisa membuat mu bahagia karena kebahagiaan tertinggi itu bernama terbang, sedangkan jika kau terbang berarti kau telah melampaui batas ketinggian.Walau, otak logika ku berontak akan hal itu namun tetap saja selalu posisi-posisi limbic unggul di tiap-tiap malam nya dan aku sangat bahagia akan hal itu.Biarkan.Biarkan sejenak kurasakan kebahagiaan dalam terbang ku karena esok pagi nya akan ada hal berat menanti hari ku.Sungguh! Karya Tuhan tak pernah menuai cerca.Jika aku bisa menggunakan otak ku untuk berpikir maka di malam hari nya kupaksa ia bermimpi.Tapi Tuhan menciptakan indera yang satu ini berbeda dengan yang lain.Bagi ku ia hanya satu fungsi.Berjalan.Ah..aku ingin menyebut nya “motor” Tuhan.Dan, bagi ku tiada kesakitan berlebih sekaligus bahagia yang luar biasa yang tersirat yang Tuhan berikan, selain sepasang kaki untuk berjalan.Untuk menggunakan satu fungsi indera ini, aku harus membuka hati agar hati membukakan mata dan mata membukakan pikiran serta pikiran membukakan telinga.Hal ini adalah yang paling berat dan manis untuk tiga tahun terakhir ini.Manis sekali.Semanis madu dan seindah pualam.

Setiap harinya aku merasa setahap lebih jauh dalam penaklukan terhadap diri sendiri.Suatu ketika aku pernah bertanya pada seorang Rainbow Radar.Ia tentu manusia.Pernah kutanya suatu hari kenapa ia membubuhi Rainbow sebagai nama pena sebuah jejaring sosial tapi ia menolak untuk memberi tahu sebenarnya.Ah..mungkin ia menyukai keindahan beragam warna^^
Sejatinya aku tak pernah tau setiap pasang otak manusia berfikir seperti apa.Aku mengklasifikasikan tiap manusia pun berbeda-beda.Setiap pribadi memiliki dunia nya masing-masing.Mereka berjalan seperti apa yang mereka ketahui.Melangkahkan kaki dan masuk kesebuah tempat.Selebih nya mereka akan menjadi manusia dalam tempurung.Mereka akan menjadi seperti apa yang mereka jalani.Jika ia seeorang tukang becak, ia akan bekerja keras menjadi tukang becak tapi bila ia berada dirumah, ia akan berubah 180 derajat menjadi ayah yang menyenangkan.Seperti gambaran manusia dalam tempurung.Hanya bahasaku saja.Karena setiap orang adalah manusia dalam tempurung.Pengaturan alami yang telah di catat Tuhan.

Aku mengenal orang karena apa yang ia kerjakan dalam hidupnya.Aku menghargai orang karena apa yang telah ia lakukan untuk hidup nya.Dan, aku sangat menghargai seseorang karena dunia yang ia jalani untuk menjadi diri apa adanya.Kadang aku berpikir tentang orang-orang yang sanggup mencapai puncak tertinggi dalam hihup nya yang singkat, mencari makna dalam tiap perjalanan menaklukan keangkuhan diri.Tak banyak orang seperti itu.Menyadari apa yang ia jalani adalah sebuah pencarian hakiki.Aku pernah bertanya pada Rainbow tentang penaklukan alam yang ia jalani ketika ia di selimuti hutan.Dia juga manusia dalam tempurung Tuhan.Ketika di alam ia bernama “Pecinta Alam” dan ketika belajar ia bernama “Mahasiswa”.Apa jawab nya? “Mungkin setiap orang akan mencari dan merasakan hal-hal yang berbeda tentunya.Sebelumnya saya ingin membahas tentang kata-kata “menaklukkan alam”. Sebenarnya apa iya kita bisa menaklukkan alam. Apa bisa kita menaklukkan tsunami yang begitu dahsyat? Adakah orang yang telah berhasil melakukannya? Adakah orang yang telah menaklukkan gunung-gunung ciptaan Allah yang begitu megah dan tegak berdiri, apakah gunung-gunung itu ingin menghancurkan kita sehingga kita perlu menaklukkannya? Saya rasa hal yang kita lakukan adalah bukan menaklukkan alam tapi bersahabat dengan alam. Bersahabatlah dengan alam maka alam pun akan bersahabat dengan kita. Jika kita tidak bersahabat dengan alam, misal dengan merusak alam, maka alam pun akan memberikan apa yang kita perlakukan terhadap mereka.Jika saya tidak salah dalam Al-Quran ada firman Allah yang isinya mengambarkan bahwasannya gunung-gunung berzikir dengan cara mereka sendiri yang mungkin tidak kita mengerti sama sekali. Saya rasa kita tidak menaklukkan alam tapi kita menaklukkan diri kita sendiri. Menaklukkan ketakutan kita, menaklukkan rasa hanya mementingkan diri sendiri saat melakukan perjalanan bersama tim, menaklukkan keangkuhan diri kita, bahwasanya kita itu kecil tidak ada apa-apanya dengan alam yang begitu besar.Kita menjelajah bukan untuk menjajah.Pergi dengan selamat dan pulang membawa manfaat.”

Aku ingin mengutip kata-kata seorang jurnalis dan penegak HAM dalam sebuah buku nya yang berjudul “The Journal of A Moslem Traveler”, Dr.Heru Susetyo.Seperti ini katanya,“Saya teringat jawaban George Mallory ketika di tanya alasan mengapa ia ingin mendaki Everest, dengan mudah ia menjawab. “Because it's there!”Benar juga, pikir saya dalam hati.Kalau saya naik gunung menembus gua, atau pun menjelajah hutan semata-mata karena gunung, gua, atau hutan itu berada di sana (ala George Mallory) lalu dimana nilai tambahnya selain capai dan kebanggaan pribadi belaka? Kalau ingin di analogikan dengan ibadah puasa, apabila kita berpuasa semata-mata untuk menahan lapar dan haus saja, tapi tak menghalangi kita dari perbuatan keji dan munkar, lalu buat apa puasa?Pergumulan spiritual tersebut akhirnya mengantarkan saya kepada pemahaman baru.Bahwa saya menjadi pecinta alam bukan semata-mata karena saya mencintai alam dan senang menjadi anak gunung, backpacker, traveler, apapun namanya.Bukan juga karena ingin menaklukan alam, karena alam tak mungkin kita taklukkan.Ungkapan yang lebih pas adalah menjadi pecinta alam dalam rangka semakin mencintai Sang Pencipta Alam.Dan alam tak mungkin di taklukkan, karena kitalah yang sejatinya menaklukkan diri sendiri.Manaklukkan kecapaian, kemalasan, kesakitan, kelelahan, kelaparan, kehausan, kelemahan, dan sebagainya.”

Sebenarnya aku hanya melihat dari satu sudut yang kecil sekali.Aku tidak melihat siapa dia.Apakah pecinta alam, backpacker, traveler, orang biasa, seseorang yang mengkonsepkan teori relativitas atau orang lain.Aku bahkan tidak melihat kemana tujuan mereka, apakah ke hutan, gunung atau berada pada benua.Aku hanya melihat dua hal saja.Penaklukkan diri, pencarian dan perjalanan.

Sekecil apapun perjalanan yang dilakukan, sebenarnya kita sudah meraup setahap demi setahap pendekatan dengan Tuhan yang satu, Allah.Tanpa di sadari ternyata ujung yang di cari tak lain adalah Rabb Yang Maha Sempurna.Dengan berjalan kita melihat, mendengar dan merasakan.Dengan melihat, mendengar dan merasakan kita dapat mencari.Dalam mencari, kita menaklukkan diri sendiri.Menaklukkan jiwa yang bahkan kita sendiri tak kenal.Tapi ketika kita telah mengenal diri sendiri, Pasti kita mengenal siapa Tuhan kita.Ah..aku teringat Hadits Nabi yang ini:

“Jika Aku telah mencintai nya,Aku adalah pendengaran nya,yang dengannya ia mendengar.Aku adalah matanya yang dengannya ia melihat.Aku adalah tangan nya yang dengannya ia berbuat.Aku adalah kaki nya yang dengannya ia berjalan.Jika dia meminta kepada Ku, pasti berikan.Jika dia minta perlindungan Ku ,pasti Aku lindungi”

Aku hanya berjalan dengan bermodal kan sepasang kaki.Menjejaki sudut-sudut kecil di kota ku Banda Aceh.Menilik tiap masyarakat dengan beban yang selalu dipikul.Melihat tumpahan keringat beberapa koki di beberapa rumah makan Aceh.Melihat seorang paruh baya yang tak memiliki kaki dan dengan semangat nya ia mendayung gerobak untuk mencari nafkah.Melihat muda-mudi terkekeh di lampu merah.Melihat orang-orang dalam labi-labi membuang sampah bekas air mineral ke jalan dengan seenak perut nya.Melihat seorang kaya membuang puntung rokok dibalik kaca hitam mobil nya.Melihat kernek labi-labi berebut penumpang.Melihat seorang penjaga toko meubel hanya terbengong menunggu pembeli, tertawa sendiri sambil memegang ponsel atau bahkan hanya mengisi TTS.Melihat ceria di balik duka anak-anak yang memegang kantung-kantung plastik di jalanan.Melihat anak-anak berteriak lepas sambil melepaskan tangan menaiki sepeda.Melihat orang-orang berlomba pulang kerumah karena hampir tiba waktu magrib.Melihat burung-burung berseliweran mengejar satu sama lain.Melihat syahdu nya Baiturrahman di malam hari.Melihat dan bergabung dengan orang-orang yang membaca shalawat atas Nabi.Menangis dan pulang membawa hati yang baru.

Dia, temanku Rainbow, juga berujar, “Di sana, di atas puncak saya melihat pemandangan kota Banda Aceh di malam hari indah sekali, benar-benar indah. Lampu-lampu yang menghiasi kota menjadikannya indah untuk dilihat dari puncak gunung, mungkin jika kita berada di kota, kita tidak bisa melihat keindahan kota kita. Mungkin ini juga salah satu yang kita dapatkan dari perjalanan kita, melihat dari tiap sisi atau posisi yang berbeda maka akan berbeda pula rasanya”.

Nanti.Suatu saat nanti Tuhan ku yang Mulia memperkenankan kaki ku beranjak kesana.Melihat kota ku dari sisi yang berbeda.Dan, aku berjanji, tak hanya kota indah ini tapi pada suatu masa di tempat yang berbeda pada belahan benua yang berbeda.
More...

Links to this post
Author: Ummul Khairi
•Friday, May 07, 2010


Mau klarisifikasikan dulu deh..puisi ini asli bukan tulisan tangan saya tapi puisi ini milik nya nuril teman saya.Karena kata-kata nya indah dan saya senang membacanya, jadi nya saya copy-paste dari satu di antara puluhan note nya di FB.Puisi ini bukan berarti saya harus jatuh cinta dulu kan?hehehe...puisi ini murni saya publish karena bahasa ririn(panggilan nya nuril) yang indah banget.Persis seperti orang nya yang indah.Penulis yang satu ini juga udah menerbitkan buku antologi dengan penulis-penulis ternama.Halah..kok ngebicarain buku ya?Baca aja deh..here it goes..

Tiba-tiba aku punya rindu
tentangmu
yang memberi tangan untuk berdansa
tenang dalam bahagia
renyah kita bercengkrama
aku jatuh cinta
hingga sawah-sawah jelma savanna
dan para cemara jelma punggawa
yang mengawal kita
kejar-kejaran
di lempang padang bunga yang sunyi duka
pundakku pundakmu
tempat segala sejarah kita tumpah
deru biru gelombang adalah karpet merah kita
sementara sang mentari mengamerai senyum dan kostum kita
sepanjang usia
kutitip pada dunia kenangan kita
merekah bersama mawar
yang pernah kau kirim ke depan pintu rumahku

-Nuril Annissa- More...

Links to this post
Author: Ummul Khairi
•Friday, May 07, 2010


Ah...entah dari mana untuk memulai nya.Karena saya rasa memang tak ada kata yang tepat untuk menceritakan awal pertemanan kami.Tapi,untuk memulai mengisahkan sedikit tentang teman ku si debianers yang tidak seberapa mana itu(hehe..peache^^), akan lebih indah jika ku runut dari sedikit insiden kecil yang terjadi padaku beberapa bulan terakhir ini.Singkat cerita, saat itu tanggal 31 maret 2010 kalau saya tidak salah.Pada waktu yang sama, saya tengah mengikuti sebuah rapat yang salah satu kesimpulan rapat mengharus kan tiap anggota rapat menjadi penanggung jawab untuk beberapa agenda kegiatan.Karena agenda kegiatan yang ditawarkan banyak, maka tiap agenda hanya boleh memiliki 4 member dalam mengelolanya.Nah, salah satu agenda yang di tawarkan adalah menjual game-game under platform Windows OS beserta instalasi nya.Itu lho, game-game berbasis craker sebagai akses nya yang biasa di jual di situs gamehouse.com.Sebelum rapat di mulai, saya sudah sedikit terpancing emosi ketika membaca beberapa agenda kegiatan yang meng-include- kan penjualan game-game tersebut.

Awalnya saya sedikit meredam rasa emosi yang berkecamuk dan akan saya “semprot” habis-habis-habisan ketika jalannya rapat.Seperti yang telah di duga, emosi saya memuncak ketika saya memaparkan argumen tersebut yang seperti ini kira-kira “Ai kurang setuju pada agenda kegiatan nomor 6”.Agenda kegiatan nomor 6, ya penjualan game-game itu, yang secara de facto di kategorikan “halal” namun secara de jure nya menjadi “haram” ketika setiap orang ingin memiliki akses permainan tersebut.Karena keterbatasan dana untuk membeli game-game puluhan dolar tersebut, akhirnya beberapa pihak meng-hack atau yang lebih di kenal sebagai serial number/patch untuk dapat memiliki nya secara “gratis” dan bebas di download oleh user.Mungkin para hacker belum pernah di ajarkan di sekolahnya, perbedaan antara gratis dan mencuri, atau yang lebih dikenal sebagai bajakan.Ugh...

Nah, terkait hal di atas yang sangat saya sesal kan.Saya terus berargumen panjang lebar.Dan, yang setuju dengan pendapat saya hanya 1 orang dan bahkan dia tak membantu memberatkan argumen saya.Ya sudah lah, minimal dia setuju atau tau mana yang benar dan tidak benar.Halah...Bahkan ada yang berkata seperti ini,”Nah terus, apa bedanya kita menyebarkan atau menjual CD yang isi nya OS Linux seperti ubuntu?bukan nya itu juga di katakan membajak?”.Seketika langsung saya potong cepat “Oh..beda dong.Baca lagi tentang HAKI dan GNU GPL trus...”, belum sempat dilanjutkan, argumen saya dengan sengaja di potong karena suasana yang semakin memuncak panas nya.AC dalam ruangan pun tak cukup memberi kenyaman untuk orang-orang dalamnya.

Sebenarnya saya masih belum puas, Akhir nya saya melampiaskan kekesalan pada teman saya si linuxer ini.Saya ceritakan apa yang terjadi beberapa saat yang lalu via sms.Dia dengan tenangnya membalas “Udah, biarin aja.Mereka belum terbuka aja pikiran nya.Ai sih mending, dulu B'Hadi sampai di ejekin bla..bla..bla..”.Ah..lebih tenang rasanya.Ternyata, dia lebih duluan menderita, hehehe..

Hal tersebut lah yang memicu intrinsik saya sebagai penulis memuat sedikit tentang dirinya.Entah karena dasar apa saya begitu bersemangat dan mulai mengikuti jejak nya menyebarkan software “halal” dan “haram”.Cukup lama saya tergerak dengan “dakwah” yang ia sampaikan.Di awali pertemanan via chatting YM, koleksi buku-buku, meminjam buku pengantar struktur data dan algoritma, dihadiahkan buku, request lagu landon pigg yang berjudul love at the coffee shop sampai nge-blog.Yaa..pernyataan terakhir yang sangat inspiratif dan motivasi utama saya ngeblog(lagi) hingga blog saya seperti ini, hehehe..ah macam blog mu bagus sekali nak!

Lebih kurang setahun menginjak dua tahun pertemanan kami.Dan, selama itu pula, tak henti nya si B'Hadi ini men-teror saya dengan linux, linux dan linux, serta sesuatu yang bersifat open source lain nya.Awal nya saya bosan ia cecoki dengan linux serta e-book-e-book dan artikel-artikel tentang linux.Saya pikir, apa bagus nya sih mempelajari linux ini, toh orang-orang juga masih menggunakan Windows sebagai OS nya dan linux juga belum terlalu familiar di telinga mahasiswa, so buat apa mempelajari nya lebih dalam, kalau sekedar tau saja sudah cukup, hehe..persis pikiran orang awam yang masih terkotak-kotak.Yaa seperti inilah gambaran pemikiran saya dulu.Tapi, saya tidak pernah mengungkapkan secara gamblang akan kebosanan ini.Hanya mengalihkan pembicaraan saja waktu itu dan tentu saja masih via chat YM.Klimaks nya saat saya di hadiahi buku Blankon dan original CD linux 9.04.Ck..ck..makin gencar saja kau nak!! Mungkin saat itu menjadi titik balik.Saya mulai membaca buku tersebut.Penjelasan yang mudah di pahami dan begitu runut untuk orang awam seperti saya.Pada buku tersebut di jelaskan tentang HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), GPL (General Public Lisence), fitur-fitur, konfigurasi yang mudah,dsb.Hal ini juga sejalan dengan semakin tertariknya saya terhadap software-software yang ok punya.Seperti yang paling saya suka Stellarium untuk melihat biduk dan rasi bintang, bahkan bisa melihat kejadian di langit sana ketika kita lahir.Sebelum nya saya bahkan tidak tau Stellarium itu apa, sampai saya menjadi volunteer IT Indonesia-Taiwan.Tak hanya sebatas itu, dosen pengasuh salah satu mata kuliah struktur data yang saya ambil semester 5 lalu juga menyaran kan untuk menggunakan linux dan beliau selalu menceritakan serta membuka wawasan tentang dunia open source.

Saat itu pun, tugas-tugas struktur data juga di sarankan menggunakan GCC di linux sebagai compiler nya.Saya juga makin terbiasa dengan linux ketika Lab komputer di jurusan saya juga menggunakan salah satu distro linux yaitu ubuntu.Akhirnya setelah beberapa lama kemudian, saya memutus kan untuk menginstal ubuntu versi 9.04 di laptop dan ditandai dari penginstalan tersebut, jadi lah hari itu dan setelahnya, saya semakin mantap untuk menjadi bagian dari orang-orang yang menggunakan produk open source dan, yaa katakan lah menyebarkan spirit of go open source.hehe..yessss....

Well, itu semua tidak terlepas pengaruh besar dari si B'Hadi.Just that?hoho..Do you expected more?Fine then, i'll give you another thing about his persuade.Nge-blog! Sebenarnya saya cukup familiar dengan blog.Bahkan sebelum kenal dengan B'Hadi, saya juga udah kepingin punya blog karena saat itu tren nge-blog sedang berkembang dan teman-teman se-angkatan rata-rata sudah memiliki site pribadi ini, tapi karena beberapa alasan, jadinya terhambat.Awal perkenalan saya dengan B'Hadi salah satu nya di tandai dengan nge-blog juga.Saya masih ingat ajakan nya di awal-awal pertemanan.Dia menyuruh saya membuka site pribadi nya yang isi nya linux,linux dan linux.fiuh...

Yup! Mulai saat itu lah dia meyuruh saya nge-blog.Tapi dasar nya saya aja yang tipe perespon lambat,Jadi lah blog tersebut sekitar pertengahan tahun 2009 lalu dan isi nya pun hanya copy-paste dari buku.Tidak mencerminkan si empu nya blog.Karena saya merasa blog pribadi bukan lah diri “saya” sebenarnya, akhir nya harus cukup puas vakum dengan 3 buah postingan.So, who is the hero?again..he is the hero so far, haha..

akhir tahun sekitar pertengahan desember saya mengganti seluruh blog,mulai dari pemilihan template, isi dari blog itu sendiri dan beberapa widget, dsb.Hal tersebut tidak terjadi secara instan karena saya juga ketar-ketir di buat nya.Coba sana sini,rubah bagian ini itu dan secara tak langsung juga belajar memperindah site pribadi.Mulai lagi dari nol sampai blog saya seperti ini.Anehnya, seperti ini, saya pernah menanyakan awal mula dia tertarik untuk nge-blog dan dari mana dia mendapatkan motivasi sebesar itu.Dia hanya menjawab, "Semenjak kenal linux udah mulai rajin nge-blog dan motivasi nya dari diri sendiri,hehe".Lalu,"Awal nya B'Hadi itu suka nge-hack tapi semenjak kenal sama linux udah insaf,hehe..akhirnya sering oprek-oprek linux deh sampai tengah malam".Sebenarnya ada banyak hal yang ia ceritakan tentang linux kepada saya, salah satunya bagaimana susahnya ia mendapatkan ilmu dan menyebarkan ilmu tersebut.Banyak yang bilang ia mendapatkan pengetahuan tentang linux secara mudah karena otak nya yang cemerlang padahal ia harus bersusah payah mendapatkannya sampai-sampai harus pulang tengah malam.Tidak hanya sampai disitu, sewaktu menyebarkan sesuatu yang berbau linux, ia banyak mendapat cacian atau sering di acuhkan tapi itu semua tidak membuat ia down.Walau bagaimanapun, usahanya tidak sia-sia, buktinya ia menjadi salah satu orang penting di POSS-Aceh (Pusat Pengguna Open Source Software)dan di KPLI-Aceh (Komunitas Pengguna Linux Indonesia)dan kalau tidak salah ia di bagian Litbang(penelitian dan pengembangan).Hehehe..kalau ada yang salah di koreksi ya a'(n_n).

Saya juga sempat beberapa kali belajar via chatting YM dengannya.Awal belajar tentang web server sampai tengah malam.Dan hasil nya,saya dapat A untuk mata kuliah tersebut.Arigatou nee..kalau pribadi nya saya juga kurang tau karena kami hanya berbicara langsung sekitar 2 kali kalau tidak salah.Karena sering diskusi via chat juga ketauan bagaimana orang nya lho,hoho..gokil dan guyon nya yang sering buat saya tertawa terpingkal-pingkal.Sekarang dia imigrasi ke Bandung melanjutkan kuliah.
Hal yang membuat kami sama, selain ketertarikan dalam dunia IT, saya dan dia terlahir sebagai anak pertama yang arti nya punya tanggung jawab lebih dalam berbagai hal.Hal yang paling saya ingat, dia ingin melanjutkan study ke Taiwan.Hm..semoga di mudah kan.Kalau harus ada yang unik dari dirinya adalah boneka pinguin.Ada juga cowok penyuka pinguin? Dan, dia menyebut diri nya si pinggu.Ayayay...pinggu..pinggu..

Itu hanya sedikit dari banyak hal yang saya ketahui.Dan,kenapa saya harus publish tulisan ini?karena beberapa hal di atas tadi.Dia adalah salah seorang teman yang sangat memotivasi terutama terhadap value of open source.Hidup saya yang sama sekali tak terjamah dengan open source tapi semenjak berteman dengan nya berubah 180 derajat.Pertemanan kami juga mempunyai keunikan tersendiri.Hanya cuap2 via chatting saja tapi seperti teman dekat yang sudah lama tak jumpa.Nah,apa kalian punya teman yang seperti ini juga? More...

Links to this post