Author: Ummul Khairi
•Saturday, June 18, 2011


Wanita! Bagaimana saya bisa mendeskripsikan makhluk ini? Padahal saya sendiri wanita, tapi seujung kuku pun belum ada yang benar-benar mampu mengerti keadaannya, cara berpikir, cara mengeluarkan pendapat, diamnya, tangisnya, dan semua yang wanita rasakan selama hidup. Baik wanita dewasa, remaja maupun kanak-kanak. Semua tentang wanita bisa serba tak berujung sesuai dengan sudut pandang pembicaraan. Saya juga, kadang belum mengerti keinginan sendiri. Keinginan seorang wanita pada umumnya selalu berubah-ubah. Saya pernah sangat mengerti ibu saya ketika moodnya sedang seperti ini dan itu. Tapi di lain waktu semua mood yang sudah saya rekam dikepala bisa buyar seketika. Alih-alih saya harus merekam jejak mood yang baru lagi sebagai antisipasi jika dihadapkan dengan masalah A pasti saya bertindak sesuai yang dikehendaki si A. Dan begitu seterusnya. Lagi-lagi, wanita itu -dengan berat hati- terlalu kompleks untuk sesuatu hal yang dianggap ringan tapi kadang di berat-beratkan. Saya pernah membahas wanita secara khusus disini.

Wanita punya kehidupan sendiri. Siklus hormonal khusus, dan yang paling penting, wanita bisa cepat tanggap dengan segala bentuk emosi. Namun, jangan sesekali memberi jawaban dengan wajah datar, karena hal ini selalu dianggap wanita sebagai bentuk acuh dan tidak peduli, bahkan marah. Karena wanita rumit dengan segala yang ia miliki, anggap saja wanita itu seperti warna. Mari kita sebutkan satu persatu sesuai dengan makna warnanya. Kalau ditanya warna pasti terbayang pelangi. Baik, tak masalah. Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Perfect! Bahkan tidak ada dua huruf yang sama dalam satu ejaan. Artinya setiap warna punya definisi yang berbeda. Punya karakter. Punya sikap. Sama seperti wanita.

Seperti merah. Seseorang dengan penuh ketegasan, kuat, berani mengambil sikap, tidak takut juga percaya diri. Ada beberapa wanita dalam hidupnya menganggap masalah-masalah yang berat seperti "a peace of cake" dan cenderung easy going. Sangat mudah bergaul, selalu bahagia juga ceria. Bagaimana dengan warna hijau? Ya, warna hijau identik dengan daun. Selalu penuh kesejukan, memiliki kesehatan dan kesuburan yang baik. Warna laut dan langit selalu menunjukkan kedamaian, kesetiaan juga ketenangan. Warna apalagi jika bukan biru namanya. Saya cinta biru. Ah...cinta, pasti ingat dengan kasih sayang dan remaja. Mungkin inilah mengapa merah muda identik dengan nuansa cinta. Kita tidak boleh lupa ada warna tergelap yang kita sebut hitam. Saya rasa tidak perlu banyak kata untuk mendefinisikan hitam.

Terakhir, putih. Ketika menyebut putih, justru yang terlintas seperti bendera kita itu, Indonesia. Putih, suci, bersih dan, semoga seluruh rakyat Indonesia selalu bersih dari penyakit fisik dan batin. Apakah warna putih itu ada? Dari spektrum warna yang saya ketahui warna putih itu tidak ada. Justru dari warna putih semua warna bermula. Jika ditinjau ulang, putih itu filosofis sekali. Mungkin itulah mengapa manusia tidak ada yang benar-benar "putih". Ada satu warna yang paling sering disebut-sebut untuk mewakili kata J-A-N-D-A. Sebenarnya saya sendiri kurang sepaham ungu itu identik dengan janda. Padahal, warna ungu itu merefleksikan kebanyakan wanita pada umumnya.Ungu dimaknai dengan sifat terdalam seorang wanita. Saya sendiri sulit mengartikannya. Lalu, bagaimana dengan warna jingga dan nila? Saya tidak tahu persis apa makna di balik warna ini. Jika ada yang menanya jingga, tanpa banyak kata saya segera menunjuk langit sore. Nila? Ah...tidak beda jauh dengan ungu.

Masih banyak lagi warna-warna yang lain. Dasar dari sebuah warna itu Merah, Hijau dan Biru. Dalam ilmu pencitraan. Dasar dari 3 warna ini disingkat menjadi RGB (Red-Green-Blue). Kombinasi sebuah warna bisa diganti-ganti dari 0 hingga interval paling tinggi yaitu 255. Ah...sudah meluber kemana-mana ini.

Back to the Topic. Women. Tidak semua wanita -termasuk pria- memiliki satu refleksi warna saja. Kadang bisa berupa penggabungan beberapa warna menjadi satu. Dan, orang-orang seperti itu disebut unik. Bersyukurlah memiliki keunikan. Karena unik itu sesuatu pembeda dari kebanyakan yang dijumpai. Bisakah setiap representasi warna dapat berubah sewaktu-waktu? Tentu bisa. Apalagi jika dikaitkan dengan wanita dan emosi. Bayangkan sebuah peta yang memperlihatkan area-area untuk emosi dalam otak keduanya, wanita dan pria. Dalam otak pria, rute-rute penghubung antar area akan berupa jalan desa, alias berliku-liku. Dalam otak perempuan, rute-rute itu berupa jalan tol. Well, saya sendiri jika dihadapkan dengan realita sesungguhnya juga tidak terlalu mampu membaca peta. Saya sampai harus memiringkan kepala beberapa derajat untuk menganalisa deskripsi rute-rute dari peta. Pernah baca buku Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps nya Allan and Barbara Pease? Dibuku tersebut lebih lengkap dijelaskan kenapa wanita kurang mampu membaca peta.

Menurut para peneliti di University of Michigan, wanita menggunakan kedua sisi otak untuk menanggapi pengalaman-pengalaman emosi, sedangkan pria hanya menggunakan satu sisi. Penelitian juga memperlihatkan bahwa wanita biasanya mengingat semua peristiwa emosional seperti tanggal lahir, saat liburan, pertengkaran hebat, tanggal-tanggal penting dalam hidup, momen-momen berharga dan mampu menyimpan ingatan itu lebih lama dari pria.

Yup, seperti warna, seperti wanita. Saya tertarik menulis kehidupan dan emosional wanita lebih spesifik dalam dua warna, Merah dan Biru. Kenapa dua warna itu yang menjadi pilihan? Saya sendiri tidak tahu pasti. Somehow, saya percaya sesuatu yang kita pilih merupakan bagian dari cerminan diri. Inside out dan Outside in. Semua warna di dunia punya ciri khas sebagai pembeda. So women, act and thought as own yourself, as own on your way.

This entry was posted on Saturday, June 18, 2011 and is filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

15 comments:

On June 18, 2011 at 10:12 PM , Fitri 'A said...

info yang bagus. Terima kasih ya.. :)

Salam bloofers!

 
On June 19, 2011 at 12:50 AM , Sam said...

Selalu tak berkutik kalo baca postingan dari sini, alias bingung mau komentar apa... ada pengetahuan baru, wawasan baru.... :)

 
On June 19, 2011 at 9:01 AM , MEUTIAKBACHNAR said...

Baca postingan kali ini, jadi tertarik buat komen, soalnya muti juga suka warna ungu.

Tapi,banyak banget yang bilang ungu itu warna jandalah,malah sampai waktu ospek SMA,ada peraturan nggak boleh pakai barang apapun yang warnanya ungu. Rupanya karna ungu ini identik dengan 'janda' atau 'jomblo' yang juga identik dengan sifat 'individualistis' makanya dibuat aturan kayak gitu. -__-

Oh ya just sharing tentang warna ungu kak, eehehee coba buka link ini-> http://dharmaditya.wordpress.com/2010/06/21/biar-janda-tapi-manis/ :)

 
On June 19, 2011 at 2:22 PM , KoskakiUngu said...

keren postingannya sist,
wanita itu makhluk complicated(menurut saya),tapi selalu menjadi topik hangat dari one generation to next generation..hohoho

salammm,

 
On June 19, 2011 at 2:27 PM , Ami said...

bagus postingannya,
ada yang bilang, kalo warna hitam itu menggambarkan hal yang misterius =)

 
On June 20, 2011 at 10:50 PM , Ummul Khairi said...

@fitri'A: sama-sama mba fitri :)

 
On June 20, 2011 at 10:54 PM , Ummul Khairi said...

@sam: hahaha..bisa saja sam ini. eh, tapi pernah juga saya sulit berkomentar, seperti saya ingin mengatakan "i have no words to say"

 
On June 20, 2011 at 10:58 PM , Ummul Khairi said...

@muti: well, sebenarnya gak ada aturan baku warna ungu itu identik dengan janda. mungkin karena terlalu banyak orang menganggap seperti itu akhirnya setiap ada ungu pasti di direct ke janda. sama seperti kita di aceh selalu menyebut honda untuk motor, padahal kan merk motor banyak tapi eh kok harus honda yaa...ck ck, kita seperti konsumtaris saja :D

 
On June 20, 2011 at 11:00 PM , Ummul Khairi said...

@koskakiungu: hoho..benar sekali mba. topik ini sama halnya seperti kita menanyakan siapa lebih dulu telur atau ayam. ujung-ujungnya kita selalu berputar di situ-situ saja^^

 
On June 20, 2011 at 11:03 PM , Ummul Khairi said...

@kak ami: kak amiiiiiii...udah lama gak muncul :D *big hug
warna hitam itu sebenarnya banyak kak, mungkin salah satunya misterius itu tadi. makanya ai gak menulis sepenuhnya biar bisa multiintepretable gitu, hehe

 
On June 21, 2011 at 1:30 AM , Edi Kurniawan said...

Nice posting
i like it..

keep writing.. (^_^)

 
On June 22, 2011 at 11:54 AM , Ummul Khairi said...

@edi: thanks.you too, edi..keep writting ^_^

 
On June 23, 2011 at 7:43 AM , rangkaiannuun1 said...

wanita memang unik, sy jg ada menulis ttg wanita di sini: http://rangkaiannuun1.wordpress.com/indahnya-menjadi-wanita/

 
On June 24, 2011 at 2:09 PM , Ami said...

oic,, kirain kenapa ga disebutin..;)

 
On June 27, 2011 at 12:17 PM , Ummul Khairi said...

@rangakaiannuun: bagus-bagus mba, saya sudah main-main ke rumahnya^^