Author: Ummul Khairi
•Thursday, February 23, 2012

Kawan, kepala kita tidak bersekat. Sehingga keabsurd-an mampu ditembus kepala. Enstein tidak punya potensi lebih. Ia hanyalah seorang tua dengan rasa penasaran tak terbatas. Ia makan dengan itu. Ia tidur dengan itu. Rasa ingin tau adalah perpanjangan dari keabsurd-an menjadi normal, atau sebaliknya. Kepala kita adalah 'value'. Dan kita hidup dengan value itu.

This entry was posted on Thursday, February 23, 2012 and is filed under , , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

8 comments:

On February 24, 2012 at 11:25 AM , Meutia Halida Khairani said...

tapi penyakit males mengalahkan rasa penasaran kadang2. hehehe

 
On February 24, 2012 at 3:34 PM , Sam said...

Benarkah kita selalu mencoba menembus batas dari labirin-labirin misteri yang dihadirkan oleh value itu??

 
On February 25, 2012 at 12:25 PM , Ummul Khairi said...

@kak mutia: oh..bahkan selalu kak, hehe

 
On February 25, 2012 at 12:32 PM , Ummul Khairi said...

@sam: saya yakin seperti itu sam, selama kita penasaran akan apa yang kita cari :D

 
On February 26, 2012 at 10:34 PM , Jefry Dewangga said...

Wah wah bner nih si einstein emank jenius tpi kejeniusan itu berasal dari rasa ingin tw yang tak terbtas.........? Visit back ya di The Google 7Bloggers

 
On February 28, 2012 at 8:02 PM , mymeteora said...

Hmm.. setidaknya terus membuat kita belajar, belajar, memperbaiki diri, belajar, belajar dan sebuah pembelajaran.

 
On February 28, 2012 at 11:41 PM , Ummul Khairi said...

@jefry: enstein itu hanya sebagai metafora saja, walau memang keadaannya seperti itu. Rasa penasaran yang membuat ia ingin tahu. Dan, memang begitulah 'value'nya.

 
On February 28, 2012 at 11:47 PM , Ummul Khairi said...

@zeph: ada yang mengatakan, tidak ada ide jika tidak menulis. ada juga yang mengatakan menulis dulu baru dapat ide. mungkin sama halnya kita butuh rasa penasaran, butuh rasa ingin tahu dulu baru mulai mencari tahu dengan belajar. atau bisa jadi belajar dulu, terima asupan mentah-mentah, lalu cari tahu :)