Author: Ummul Khairi
•Thursday, November 18, 2010

Malam tengah menggelayut. Hinggap pada pundi-pundi langit. Menerawang pada kelam kapas-kapas hitam. Tak ada pertukaran benderang jika masa belum tiba. Masa yang ingin gegas jauh. Kota mati telak. Dua pasang cahaya pada bilik sunyi masih merayap hitam. Bukan ia tak ingin bungkam sesaat. Tapi rasa berlomba masa. Terlalu banyak kelam yang harus direnggut dalam-dalam, namun tak sepicingpun cahaya berpendar mengorbit.

Tentang sebuah kerontang Padang tak hinggap ilalang. Terik menerkam. Berpuluh ruh mengabai dunia. Mencari Baginda di dalam dasar hati. Pada altar langit ia menengadah. Membekap lara hati. Rasa butuh pelabuh yang tak diam di Padang. Ia ingin menyampaikan sesuatu dari jauh, dari bilik kecilnya.



Untuk dua manusia kucinta sepenuh jiwa. Tengah mencari Baginda pada Arafah mulia.

This entry was posted on Thursday, November 18, 2010 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 comments:

On November 19, 2010 at 7:30 AM , shafiragreensulaiman said...

ortu naik hajikah???

 
On November 19, 2010 at 7:18 PM , ai said... said...

iya :D

 
On December 1, 2010 at 9:14 AM , repetisimonolog said...

Eh Ayi, mama pulang besok karena selesai naik haji.. wah, senangnya... mudah-mudahan barokah yahh... amiin.. :)

 
On December 1, 2010 at 3:32 PM , ai said... said...

Amin, makasih do'anya ya Mba Rifka :)