Author: Ummul Khairi
•Friday, January 28, 2011

Tentang berbagai bagian yang tidak dijelaskan, semoga langit berbaik hati memberi tahu. Kalau pun tidak, begitulah kehidupan. Yakinlah dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat pada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri


Tentang berupa-rupa dentang waktu yang tak dibantah detik akan menit. Tentang segala daya yang tak sempat dilumat kekuatan menjadi kelemahan. Tentang segala sebab-akibat. Tentang mengapa setiap manusia punya beribu tanya. Dan, jawaban Tuhan berikan bukan dalam kata tapi dalam nyata dan bahasa. Tuhan goreskan sedikit di langit, sedikit pada rumah-rumah, sedikit ketika berjalan, sedikit bersama orang-orang pilihan, sedikit ketika menyusuri setapak dengan kaki, ketika menyaksi dan sedikit ketika bungkam. Pada dipan-dipan bisu, sebentar saja, duduk melumat arakan kapas putih. Pejamkan sejenak dimensi. Resapi paduannya. Mereka akan mengubah ketakutan menjadi pecutan keberanian. Karena dua malaikat tak pernah pejam mata. Mereka mengabdi seluruh petang dan sepanjang waktu tak pernah pulang. Dan, tentang tanya, Tuhan punya jawaban yang tersembunyi pada lingkaran waktu. Tuhan tak menunda jeda. Hanya saja, Ia biarkan mengalir agar "Mengapa" melunak menjadi "Karena". Tuhan ingin menyemai hadiah indah pada selaksa dunia.

nb: terinspirasi sangat pada karya Tere-Liye, Rembulan Tenggelam di Wajahmu

This entry was posted on Friday, January 28, 2011 and is filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 comments:

On January 28, 2011 at 2:14 PM , dhedhi said...

eemmm... bagus2...
kadang kita emang lebih baik untuk tidak tahu ttg sesuatu.
di buku "sudahkah kita tarbiyah?" disebutkan bahwa salah satu penyebab terjadinya penyimpangan adalah kelebihan informasi...

 
On January 30, 2011 at 12:10 AM , Ummul Khairi said...

karena terkadang ketidaktahuan itu adalah bagian perlindungan Tuhan:) kelebihan informasi?*i wonder