Author: Ummul Khairi
•Tuesday, January 04, 2011



Sepintas malam lalu, berakhir satu kata. Pelan. Mereka yang duduk di pojok sana menghiba langit. Menengadah meminta jawaban. Pada pusaran ketidaktentuan jelma beberapa dilema. Sepersekian detik tadi, mengganti satu dengan enam kata sekali tegak. Ia sudah tidak ada dalam sistem manapun. Tidak ada pernyataan benar-salah. Segala ketentuan telah disusun agar tidak muncul lagi pada layar kosong. Ada yang menanya. Biarlah menjadi endapan saja. Kala langit masih bisu dengan sejuta rupa-rupa berikutnya. Biarlah langit tidak menjawab dulu. Mungkin saja Baginda Maha Segala mengulur waktu. Mungkin saja Baginda Maha Segala memberi sandaran lain. Atau, mungkin saja Baginda melindungi katup-katup kepala dari ketidaktentuan itu sendiri. Mungkin nanti ada jawaban dalam saku setelah bangun dari gigil beku. Ya, pasti itu.

This entry was posted on Tuesday, January 04, 2011 and is filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

17 comments:

On January 4, 2011 at 9:49 AM , ReBorn said...

pasti itu, saya juga yakin... :)
sori, saya ga ngerti... ghehehe

 
On January 4, 2011 at 8:29 PM , Ummul Khairi said...

jangan terlalu dimengerti,Mas. Bisa sakit kepala nanti:D

 
On January 6, 2011 at 9:16 PM , kiraitomy said...

auw auw auw...
looking for the answer

 
On January 6, 2011 at 10:35 PM , Gaphe said...

saya penasaran.. apakah enam kata itu?

 
On January 7, 2011 at 2:14 AM , marthaandival said...

seandainya kekosongan itu.......

hanya saja, terlalu jauh jarak kekosongan antara langit dan bumi

 
On January 7, 2011 at 12:06 PM , Ummul Khairi said...

@kira:indeed, Kira!

 
On January 7, 2011 at 12:07 PM , Ummul Khairi said...

@Gaphe:hey..nice shoot!
enam kata itu adalah R.E.M.O.V.E

 
On January 7, 2011 at 12:21 PM , Ummul Khairi said...

@marthaandival:sebegitu terjarak kah?ah..tak penting itu, ada Baginda yang tak mengenal jarak:)

 
On January 8, 2011 at 10:55 AM , repetisimonolog said...

cie, nanya apa tuh, jadi penasaran.. tapi sepertinya pertanyaannya diawali dengan kata why...

by the ayi... hao jiu bu jian.. long time no se.. :D

 
On January 8, 2011 at 10:24 PM , Ummul Khairi said...

@rifka: exact!
hen hao aa,nine?long time no see,no sound just words,hehe

 
On January 8, 2011 at 11:05 PM , HADISSOFT said...

Melihat judul postingan'a "why", jwabnnya pasti karena..ckckckc

 
On January 9, 2011 at 1:20 AM , Ummul Khairi said...

hm?why?

 
On January 9, 2011 at 3:33 AM , Gibb said...

wah, dalem nih... :D

 
On January 9, 2011 at 8:39 AM , dhedhi said...

aiihhh... sedap nian bacanya....
teruslah gelisah :)

 
On January 9, 2011 at 1:12 PM , Entis Sutisna said...

hhe hhe,serasa belajar matematika ya..
isi dari tulisan kaka di atas sangat baik untuk membuat saya berpikir untuk mengartikanya..
maksih ka.
saya suka artikel2 kaya gini...
lamz knal ya ka...
oya saya follow ke 24.

 
On January 9, 2011 at 9:37 PM , Ummul Khairi said...

@gibb:haduh2..sedalam itukah?
@mas dedi:eh..saya tidak gelisah tuh,hanya memfungsikan enam kata saja^^

 
On January 9, 2011 at 11:11 PM , Ummul Khairi said...

@Entis:salam kenal juga,Entis:)